Archive for October, 2006|Monthly archive page

Andai

Malam itu seorang teman bercerita tentang hidupnya dengan menghabiskan beberapa batang rokok yang terus ia hisap tanpa henti. Asap rokok yang mengebul memenuhi ruangan seakan membuat mata ini terasa perih. Ia bilang ia takut untuk mati, ia bilang ia ingin terus hidup. Tanpa terasa, ia mencoba membawaku berangan. Memimpin sebuah mimpi yang berandai2. Mengandaikan menjadi manusia abadi, manusia yang tak kan pernah mati. Mungkinkah rasa takut itu tetap ada? Terlelap saya dibuainya malam itu, dengan semua cerita kepenatannya tentang hidup, tentang semua kepahitan hidup yang pernah dialaminya.
Saya jadi bertanya2 dalam hati. Jika saja semua makhluk di dunia ini akan mati? Lalu..akan dibawa kemanakah kita nanti?

Salam Tempel

Tak cukup jika hanya ketupat dan opor ayam yang jadi tradisi saat hari lebaran tiba. Terlebih bagi mereka kaum anak2. Kebanyakan dari mereka tidak terlalu peduli dengan hadirnya ketupat dan opor ayam yang telah dihidangkan di atas meja makan. Potongan2 ayam berbumbu santan putih bahkan tidak membuatnya sedikitpun merasa lapar. Ketupat2 yang bergelantungan juga tak mampu membuat mereka tergiur untuk segera mencicipinya. Hanya satu yang mereka kejar, hanya satu yang mereka cari dan hanya satu yang mereka inginkan. “Salam Tempel”. Cukup unik dan lucu jika mendengar kalimat ini. Ada kebingungan tersendiri yang menyelimuti pikiran. Tapi tidak bagi anak2 itu. Mereka mengerti benar arti sebuah kalimat dari “Salam Tempel”. Read more »

Jika

Jika matahari lelah untuk bersinar..
Mungkinkah aku akan bisa tegar?
Atau malah jatuh terjerembab tuk kesekian kalinya dan kembali tak sadar?